kau tahu..kini..semua hampir menjadi butiran debu,..segala yang kumulai,akan segera berakhir.. ganas,ataupun bahagia.. tiada yang dapat memilih.. sebuah kisah cinta yang lucu terawali dengan separuh sempurna.. menengah sempurna.. kini kusaksikan kian meredup.. melewati garis pantai yang menguning semakin senja.. kamu tahu sayang,perlahan, kau sedikit demi sedikit melukai hatiku.. meminta cintaku tanpa kamu berani memberikan cintamu dengan mengambil resiko.. ketika tak ku berikan, yang kau katakan adalah ''kamu emang ngga pernah tulus,selalu minta imbalan..''
hening.. kata2 itu sedikit menyakiti perasaanku,,apakah selama ini,tiada yang kuberikan padamu? tiada ku ikuti perkataanmu? tiada ku turuti permintaanmu, sayang?
sudahlah..semua sudah kulupakan..yang manis itu, yang pahit itu.. bahkan ''kamu''..
tak peduli betapa bahagianya aku jika aku menikah denganmu NANTI.. tak peduli seberapa banyak cinta yang kau berikan padaku NANTI..yang aku ingin adalah SAAT INI..
sedikit saja..biar kelak kau beri banyak..
kau memang memberiku sedikit.. sedikit sedikit lama-lama menghilang.. yang kuberikan cukup banyak hingga jika suatu saat nanti kita bersama, akan semakin sedikit..
jalan mana yang kau pilih; wahai pangeran buta?
aku tahu aku tak begitu amat terpuruk hingga membutuhanku sangat, atau jika kau tak ada disampingku aku akan mati..
tapi kau yang inginkan aku, dengan segala kemunafikanmu..
peralatlah aku,dengan cintaku,, dengan setiaku.. tanpa mengakhiri dan mengawali sesuatu apapun..
kamu makhluk yang amat angkuh, nak..
kamu tak bisa membiarkan aku seperti ini karena aku akan menerima bunga yang lain.. yang lebih baik darimu.. yang juga mau memberi bahagia untukku, menerima keluhku, tanpa mengurangi rasa cintanya kepadaku..
aku tak suka padamu.. semakin lama aku hanya semakin muak dengan sikap dinginmu yang disengaja agar terhindar dari dosa?
apakah aku yang salah sehingga harus merasakan secuil pahit itu yang SENGAJA kau beri, manis?
aku bukan perangkai kata yang mahir.. cukuplah sudah semua kata semua abjad yang mewakili goresan pena yang tak akan kubuat lagi..untukmu..
bicaralah sesuka hatimu bahwa tak akan ada bunga yang lebih indah didepan sana..
aku tak perduli.. karena kamu tidak mengerti aku, kawan..
jangan lagi kamu mengiriku pesan sayang, lalu kau memarahiku karena kau memanggilku sayang..
simpanlah munafikmu dalam tanah.. kuburlah angkuhmu itu.. karena mungkin tak kan ada orang yang mau menerimamu,,setulus diriku..
kau tahu.. sekarang aku hany berkaca pada diriku sendiri.. betapa manisnya semua dulu..
aku akan diam, mengenang semua, dan perlahan akan aku lupakan..
aku cukup muak kawan dengan semua kelakuanmu,. tanpa pandang bulu..
jadilah apapun yang kau mau.. tapi mungkin tak bis kau dapatkan aku kembali..
ingin rasanya ku hanya diam saja, tapi tak bisa..
selalu masih ada rasa dan berbuih pada pengharapan.. meskipun hanya palsu..
aku membencimu, tak peduli betapa kau mencintaiku..
kau munafik, tak bisa mengatkan perasaanmu, wahai pangeran buta..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar